Archive for Februari 2013

senyuman yang selama ini selalu kurindukan tersungging lagi di wajahnya yang mempesona guratan kebahagiaan karena melihatku terpancar dari sepasang mata tajam yang sangat ku kenali dibalik kesederhanaan busananya dia tetap mempesona entah.. mengapa rasa itu datang lagi ? lagi dan lagi tak pernah padam saat kurasa itu semua tak mungkin dan tak mungkin lagi ingin rasanya memberontak tapi tetap saja ? aku bisa apa ? dengan kenyataan yang sudah terlanjur.... ketahuilah ,, kau yang disana hatiku TELAH dan HANYA terfokuskan padamu kini dan nanti

kamu yang disana

Posted by : Unknown
Rabu, 27 Februari 2013
0 Comments
kekhawatiran itupun menjadi nyata adanya aku hanya tak ingin mengecewakannya tapi...tidak bisa dinamakan hidup ,jika hidup dalam kebohongan disaat hati ini mencoba membuka diri tapi nyatanya sudah ada yang mendiami hati ini aku bisa apa ???? selain menunggunya mengakhiri semua ini

cacat

Posted by : Unknown 0 Comments
kata orang... hidup adalah pilihan hidup adalah bagaimana kitA menyikapinya tapi aku adalah aku yang tak pernah tau akan masa depanku aku hanya menuruti keinginan tuhan langkahku...gerakku ..pencapaianku semuanya adalah takdir tuhan takdir..yang tak bisa kuprediksi orang menganggap aku bodoh tapi inilah aku... yang tak ingin bermimpi...tak ingin berimajinasi tapi ,hidup dalam kepastian.. berjalan dengan tenang bak air yang mengalir aku tak ingin memprediksikan hidupku... untuk ,"akan jadi apa aku nantinya ?". aku hanya ingin menikmati jalan tuhan yang telah ditakdirkan untukku

maunya Tuhan

Posted by : Unknown 1 Comment
Tawa canda yang sering ku dengar dari wajah polosnya menghilang seketika tubuhnya lemas kaku tak berdaya tak sanggup saat ku melihatnya merintih kesakitan matahari seperti berhenti bersinar langit cerah berubah menjadi mendung dan tak menentu hidupku seakan tak lengkap lagi tak pernah kuinginkan perasaan ini ingin ku melarikan diri dari keadaan yang tak pernah kuharapkan akan datang tapi takdir berkata lain pada akhirnya ,aku harus merelakannya.. tanpa ku tau apakah aku sudah cukup membalas setiap tetes pengorbanan yang ia perjuangkan untukku atau paling tidak apakah aku sudah cukup memberikan dia kebahagiaan selama ia di dunia pertanyaan yang tak pernah bisa ku jawab bayangan senyum dan keramahan sifatnya selalu memberikanku semangat untuk selalu membuatnya bangga akan apa yang harus ku capai selanjutnya meski raga nya tak lagi menemaniku dan menghangatkan tubuh ini tapi rasa cinta dan kasih nya selalu melekat di jiwa yang tak pernah berhenti bersyukur

my angle

Posted by : Unknown
Senin, 18 Februari 2013
0 Comments
Sisil....................... Suara chacha yg nyaring membuyarkan lamunanku, chacha seorang yang sudah tak asing lagi dalam hidupku,teman sehidup semati sejak sd sampai pada akhirnya masuk perguruan tinggi,,rasanya baru kemarin aku main petak umpet bersamanya,sekarang sudah sama sama prepare daftar di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. “Sil,kamu jadi kan daftar di jurusan KPI ??? “.tanya chacha dengan nada manja seperti biasanya. KPI (Komunikasi Penyiaran Islam ) ,akan jadi apa nantinya setelah aku lulus ? aku tak pernah membayangkan menjadi seorang novelis ,reporter atau yang lebih tidak mungkin lagi untuk jadi ustadzah. “Kamu ditanya kok malah ketawa-ketawa sendiri ?” kata chacha keheranan. “ehhhh...ia ,ia,,,,jadi kok cha,buat kamu ..aku rela deh ,meski aku gak berminat sama sekali masuk jurusan ini .” “kamu emang sahabat aku deh sil...kamu kan tau orang –orang selalu kasar sama aku .aku takut ketemu orang-orang baru tanpa ada yang ku kenal”.lagi-lagi dengan nada manja nya. Chacha memang anak yang psikologis nya kurang baik ,terlahir dari keluarga yang broken home dan sering melihat kekerasan di sekitarnya,karena itu aku sangat menyayanginya seperti adikku sendiri ,aku selalu menjaganya dari orang-orang iseng yang suka mengganggunya. “Eh sil ,kata bu Ani ,wali kelas kita tuh ..kalau kita udah ngisi formulir nya tinggal taro di mejanya aja ,nanti dia yang ngurus-ngurus katanya “. “ohh..oke nih punya aku sekalian taroin deh ya “. sekali lagi ku melihat jurusan yang ku pilih KPI (Komunikasi Penyiaran Islam ) oke...fine , “aku ke meja bu Ani dulu ya sil ....”.sahut chacha dengan sangat bersemangat. chacha memang berbakat jadi penulis .cerpen ,novel apalagi puisi sudah ratusan yang dia buat,inspirasinya sudah pasti dari keluarganya yang sangat tidak menginginkan kelahiran chacha.chacha yang malang. “LULUS “ “SISIL...............KITA LULUS......dan satu kelas juga “ yeieeeeyyyyyy...... “sekarang jam berapa si cha???kok udah nelfon ??” aku sangat kesal ,dia membangunkanku subuh subuh begini. “jam 3,.....kita LULUS SIL...............yeiy,,,,aku bakal sekolah 4 tahun lagi bareng kamu “ “iya ..yaudah nanti aja curhatnya,aku tidur lagi ahhhh”. teeeeeeeeeeeeeeett.. ku tutup telfon dengan wajah kesal masih ngantuk.tapi aku senang ,chacha bisa bahagia seperti itu. hhhmmmmm  “Tuh kan sil ,aku yakin kita berdua pasti lulus ...heummmmmhhhhh indahnya menghirup udara kampus “. “Kamu norak banget si cha,kampus juga sama aja kaya bangunan lain kan ??”  “hehehehhe ,ia juga sihhh....tapi aku excited banget tau “  Wajah polos chacha dan fikirannya yang lugu ,terkadang membuatku khawatir ,tapi untuk kali ini aku akan ikut merayakan kebahagiaan itu bersamnya . “emang apa sih cha ,cita-cita kamu setelah kita lulus nanti ?”. “aku pengen jadi penulis novel yang cerita novelnya diangkat ke layar lebar ...hehe ,keren kan ??kalo kamu jadi apa sil ???” “aku pengen punya perusahaan penerbit buku,biar aku bisa nerbitin novel kamu terus....hahahha “. “kamu baik banget deh sil....hhe yaudah ,kita pulang yuk...udah sore ni “. hari demi hari aku jalani kuliah sama chacha di jurusan yang awalnya aku merasa aku nyasar masuk jurusan ini.tapi pada akhirnya ,aku merasa beruntung bisa kuliah di Universitas yang bernilai islami seperti UIN .aku selalu on time dalam mengerjakan sholat sekarang ,punya pengetahuan tentang sumber-sumber hukum Islam ,mana yang wajib dan mana yang haram ,bahkan aku merubah penampilanku 360 derajat .dengan memakai rok,gamis ,dan kerudung yang serba panjang.aku hanya ingin berpenampilan yang syar’i. Sidang skripsi pun di depan mata...aku gugup menghadapinya . “sil...aku yakin kamu pasti bisa...”.energi chacha menguatkan hatiku yang gundah. tapi aku hanya terdiam. “aku akan terus ada di pintu ini sampai kamu keluar dari ruang sidang dan meluk aku sambil teriak ‘AKU LULUSSSSSS CHA ,”. sekali lagi kata-kata chacha menguatkan hatiku. “yaudah...aku masuk ya “. dari kejauhan aku liat chacha mengepalkan tanganya sambil teriak ‘KAMU PASTI BISA SIL,GANBATTE’ aku hanya tersenyum simpul. kubuka pintu keluar dengan senyum tersungging di wajahku ,mataku membelalak mencari sosok sahabat yang selalu mendampingiku di saat seperti apapun. “ada yang liat chacha ga ?? “.tanyaku pada teman-teman yang lain. tapi yang lain Cuma menggelengkan kepalanya. “sil....tadi chacha nitip surat ini buat kamu.terus dia langsung pergi”.kata ardi sambil memberikan ku sepucuk surat. kubuka surat itu perlahan. Dear sisil...my best friend. saat kamu buka surat ini ,aku yakin kamu sedang sudah payah mencariku kemana-mana untuk memelukku dan berteriak “AKU LULUS CHAAAA”. sil,terimakasih atas segala kenangan indah yang kita ukir bertahun-tahun lamanya .selalu teringat saat kamu menghajar cowok-cowok yang selalu menggangguku dan menyelamatkanku dari kakak –kakak kelas cewe centil yang hobby ngelabrak anak cupu kaya aku ,dan pastinya mendengar curhat ku tentang keluargaku yang sangat menyedihkan. mungkin kamu akan marah sama aku .karena aku gak pernah cerita hal ini sama kamu. sebenarnya aku sakit sil....ga tau gimana memulainya ,pada intinya waktuku gak banyak lagi dan aku senang akan perubahan kamu yang semakin islami sekarang. plis....tetap konsisten dengan cita-cia kamu yahhh...aku tau kamu akan jadi orang sukses ,karena kamu sahabat terbaikku. Love, chacha. Mataku berkaca-kaca ,tanpa fikir panjang aku menggas motor ku dengan kecepatan penuh menuju rumah chacha. “kenapa ada bendera kuning di rumah chacha ?”. terbayang saat-saat bersamanya ... kulihat ibunya menangis penuh rasa bersalah . saat ku buka kain kafan itu wajah pucat chacha ,tak kuasa ku melihatnya . terbayang keinginan chacha yang paling dia inginkan. “emang apa sih cha ,cita-cita kamu setelah kita lulus nanti ?”. “aku pengen jadi penulis novel yang cerita novelnya diangkat ke layar lebar ...hehe ,keren kan ??kalo kamu jadi apa sil ???” “aku pengen punya perusahaan penerbit buku,biar aku bisa nerbitin novel kamu terus....hahahha “. Aku akan mewujudkannya cha,kamu bukan hanya sekedar sahabat ..kamu segalanya cha.

cerpen iseng

Posted by : Unknown
Jumat, 15 Februari 2013
0 Comments
Hancur . . . Cuma kata itu yang terlintas dalam benakku Saat dia memperkenalkan nya Aku tak pernah berfikir untuk menjadi seseorang yang spesial dalam hidupnya Mencintainya adalah perasaan terindah yang pernah kumiliki Terdengar seperti kata – kata naif dari gadis lugu yang kampungan Sedih... Saat dia bercerita tentang wanita lain Tak kupungkiri ,hati ku saat itu seperti bom waktu yang siap meledak Tapi dengan senyuman ,aku mendengarkannya dengan penuh pengertian Dari raut wjahnya , dia sangat bahagia Kini ku tenang dan mencoba untuk bersabar menanti seseorang sepertinya ,lagi........

NAIF

Posted by : Unknown 0 Comments

- Copyright © 2013 Nina Sakinah -